Ditengah Wabah Covic – 19 Petani Bunuik Tetap Semangat Menanam Padi

Pandemic virus Corona, (covic -19) Merubah banyak hal dalam kehidupan manusia, sesuai intruksi Presiden Joko widodo masyarakat Indonesia harus bersatu memutus rantai penyebaran virus dengan membatasi kegiatan sosial,  bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Bagaimana dengan petani?. Pertanian tidak berhenti atau lebih tepatnya tidak boleh berhenti. Sektor pangan termasuk dalam sektor pengecualian mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia. NO FARM, NO FOOD. 

Pertanian Tidak Berhenti menjadi trend tersendiri ditengah masyarakat pertanian, tagar ini menjadi energi penyemangat untuk Penyuluh Pertanian terus mendampingi petani dilapangan. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, untuk menyebarluaskan realita yang terjadi di lapangan bahwa petani tetap berproduksi dan penyuluh di lapangan tetap bekerja memberi pelayanan penyuluhan, melalui tagar #pertanian tidak berhenti. 

Petani Bunuik salah satu kelompok masyarakat pertanian di kabupaten Pasaman Barat saat ini Tetap semangat menanam Padi. Hambaran sawah seluas 350 ha harus dihijaukan segera supaya ketersedian pangan tetap terjaga. Petani menggunakan mesin tanam (transplanter) untuk menghemat tenaga mengingat saat ini masih dalam suasana bulan ramadhan. Selain itu penggunaan alat tanam juga mampu menghemat biaya produksi 50 % dibanding menggunakan tenaga manusia. 

Marino salah satu petani bunuik dan juga operator mesin tanam menuturkan dengan menggunakan mesin tanam pengerjaan menanam padi lebih cepat dan lebih hemat biaya, namun untuk bunuik sendiri ketersedian mesin tanam hanya ada 2 unit, sementara diperlukan 10 unit untuk hamparan sawah seluas 350 ha tersebut. Tapi petani tidak patah semangat selain menggunakan alat mereka juga menggunakan sistem arisan tanam. 

Ibu – ibu petani bergotong rotong secara bergantian membantu menanam padi sehingga pekerjaan menanam padi bisa terasa lebih ringan. 
Sementara itu, peran penyuluh pertanian lebih kepada pendampingan dan Penyemangat. Kehadiran Penyuluh dilapangan menjadi energi tersendiri bagi petani. Pertemuan terus dilakukan dengan mengkondisikan jaga jarak dan menggunakan masker, jumlah peserta pertemuan sekolah lapang juga dibatasi yang semula 25 orang menjadi 10 orang. Petani bunuik juga mendapat kesempatan melakukan video conference dengan menteri pertanian langsung dari lahan bersama Bupati Pasaman Barat, Kepala dinas TPHP Pasaman Barat, Camat walinagari dan koordinator BPP kinalinmelalui AWR (Agriculture War Room) Kementerian Pertanian, pada  12 April 2020. 

Meski dalam kondisi wabah, dan berpuasa. Petani Bunuik tetap semangat menanam, demi ketersedian pangan untuk masyarakat Pasaman Barat khususnya. Dengan luas 350 Ha sawah sialang bunuik rata – rata menhasilkan 6 ton/Ha sehingga ada sekitar 2.100 Ton Padi yang akan tersedia 4 bulan berikutnya. Semoga wabah cepat berlalu dan petani sehat selalu

INFO : 
Bunuik terletak di Jorong Bunuik, Nag. Kinali Kec. Kinali Kab. Pasaman Barat. Merupakan masuk pada Daerah Irigasi (DI) Batang Bunuik salah satu dari 7 Daerah Irigasi kabupaten Pasaman Barat. 

Nama staf/penyuluh: Sulastri, SP/Ahmad Zein, A.Md. 
Jumlah Petani di DI: 270 org 
Jumlah petani yg sudah ikut SL sampai SL terbaru: 90 org 
Petani yang ikut pelatihan literasi keuangan: Nariadi / Rudi Hartono
Petani yang ikut pelatihan PUP dan PUTS : Sukirman
Luas DI : 400 Ha
Luas Pertnaman saat ini 350 ha
Melon : 3/4 ha
Cabe : 1 ha
Padi : 350 ha

__________
(Sulastri, SP/Staff IPDMIP DI Batang Bunuik) 
DTPHP Pasaman Barat. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Forum Temu Tani IPDMIP : Nurhasim Petani Daerah Irigasi Batang Bunut Berhasil meningkatkan produksi Padi 8 Ton/Ha.

Ditengah Pandemi Penyuluh dan Staf Pendamping IPDMIP Tetap semangat Mendampingi Petani