Kinali Maju Pesat Talamau Melejit hebat

Kinali Maju Pesat Talamau Melejit hebat

Foto by : Pak Safii (Hamparan Sawah Sialang Kelompok Sialang Jaya VI) 

Saya menulis tentang sawah!. Kinali punya hamparan sawah Sialang dan Talamau punya "bareh tanamo" siapa yang tidak kenal Bareh Talu, kekurangannya cuma satu, petaninya tidak semaju petani sialang. Sialang punya petani dengan serapan inovasi yang tinggi bahkan cendrung suka bereksperimen sendiri, indeks pertanaman mereka sudah 2,5 bahkan berambisi untuk bisa 3. Artinya lahan selalu ditanam tanpa jeda dan bera.

foto by : sulassky (hamparan sawah Talu/Talamau) sorry ada modelnya 😅

Sementara Talamau indeks pertanaman mereka 1 beranya lama, kadang - kadang dijadikan kolam ikan dulu beberapa waktu, hama tikus menjadi hama endemik yang mengancam petani yang ingin punya Indeks pertanaman lebih dari 1 ya iyalah secara sekelilingnya berubah menjadi sawah bergulma habitat tikus banget ya. 



Penyuluh pertanian punya tantangan tersendiri di dua daerah penghasil beras terbesar di Pasaman Barat ini. Baru - baru ini di Talamau diberikan plakat sawah bagi petani yang mau menanam di sawah 2 x setahun dan menurut Refki Jufri (PPL) berdasarkan postingan Facebooknya sudah terjadi peningkatan jumlah Petani yang mau menanam padi 2 x setahun. Setidaknya ditinjau dari topik pembicaraan masyarakat di Nagari Talu, Percepatan tanam memegang angka tertinggi yaitu 45 % . Dan pada postingan sebelumnya dari Anggi (PPL) juga menginformasikan tentang Petani di Talamau mulai turun ke sawah 2 x setahun. Menurut saya sukses besar bagi semua pihak jika ini benar - benar terjadi, Pasaman Barat akan aman soal beras. 



Sementara Kinali dengan hamparan sawah sialangnya tantangan terbesar bagi penyuluh dan pendamping petani adalah mengidupkan kembali kekompakan Petani, bukan berarti petani tidak kompak, cuman saking sibuknya dilahan dan bertani sering kali kelompok lupa melakukan pertemuan rutin kelompok, Namun untuk pertemuan seperti sekolah lapang dan praktek alat yang diadakan oleh BPP, Dinas DTPHP atau Pihak ketiga mereka selalu antusias untuk ikut terlibat, itu mengapa beberapa dari mereka menjadi sangat hebat karena ilmu teory dan lapangannya khatam banget. 

Foto by : sulassky (Pak Wikarta/Ketua Poktan Sialang Jaya 1 menerangkan tentang pemupukan berimbang yang beliau terapkan)

Tantangan lainnya adalah memotong Rantai Pasok, Beberapa Kelompok punya keinginan menghasilkan produk Beras cuman terkendala modal dan ilmu pengelolaan (manajemen) dan ilmu pemasaran. Artinya jika nantinya dua daerah ini menghasilkan produk beras, Petani Kinali harus mulai dari Nol memperkenalkan produk tersebut sementara jika Talu menghasilkan produk beras mereka sudah punya nama sejak zaman nenek moyangnya. hebatnya disitu "bareh talu" 

foto by : sulassky (sawah dan bunga refujia dihamparan sawah sialang) 

Ini hanya opini dan saya rasa mewakili gambaran 2 wilayah ini. Sama - sama lumbung pangan kabupaten Pasaman Barat, sama - sama wilayah Program IPDMIP dan dengan potensi yang sangat besar tidak hanya pertanian tapi juga agrowisata dan juga mengingat sebagian besar wilayah Pasaman Barat masih dominan ditumbuhi kelapa sawit dan petani kelapa sawit masih makan nasi belum makan brondol. 😉😅😊🙏 

semoga dua hamparan sawah ini  tetap abadi dan ada cerita loeh tentang hamparan sawah sialang kenapa bertahan. Tunggu postingan berikutnya. 

________
Kinali dan Talamau disini mengacu tidak pada semua wilayah Kinali dan Talamau, saya hanya menggunakan nama Kecamatan secara umum. Menurut klarifikasi dari bang Rizki Jufri bahwa tidak semua Talamau tapi hanya Nagari Talu dan Sinuruik "yg tanam sekali setahun itu sebelumnya hanya nagari talu dan sinurut, bukan semua kec. Talamau, atas perhatiannya terima kasih" tulisnya 


Catatan :  
Sulastri, SP
Staff Pendamping IPDMIP DI Batang Bunuik
Kinali Pasaman Barat




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Forum Temu Tani IPDMIP : Nurhasim Petani Daerah Irigasi Batang Bunut Berhasil meningkatkan produksi Padi 8 Ton/Ha.

Ditengah Pandemi Penyuluh dan Staf Pendamping IPDMIP Tetap semangat Mendampingi Petani

Ditengah Wabah Covic – 19 Petani Bunuik Tetap Semangat Menanam Padi